Jumat, 16 Maret 2012

KISAH KU

9 maret 2012
awal dari pemikiran keluar dari tempat aku dilahirkan,tepatnya di kota kecil sebelah barat propinsi jambi,siap um'at ku relakan sepeda motor ku yang ku sayangi ku jual agar ongkospergi ke tempat mu dan ingin mengejar impian yang selalu ingin bersama mu dan sukses di daerah yang sama sekali belum ku kenali.

10 maret 2012. 
23:00 Wib perjalanan di mulai dari rumah yang ku tumpangi bersama keluarga ku ya rumah kayu milik adik bapak ku yang setelah kepergian nya hal-hal yang sangat menyedihkan dan derita telah biasa kami laluli bersama ibu dan aik-adik ku bah kan tak makan pun itu adalah ha yang biasa bagi kami sekeluarga semenjak kepergian si papa.
terimakasih banyak kalian mau memberikan kami tumpangan walau pun banyak yang negatif yang kami terima itu adalah suatu kewajaran karena kami tak hidup bersama sipapa daam pamit ku kepada mama dalam hati ini berkata mama aku tak ingin keluar dari kota ini aku hanya ingin mengejar cita-cita dan cinta ku yang tak kan kutemui di kota kelahiran ku mama.

11 maret 2012
06:15 wib kota Bukit Tinggi telah kami tempuh di disini aku mendapatkan kabar bahwa kau masih di bus terperangkap dalam kemacetan panjang dari semlaman dan baru berjalan menuju kota medan,aku berharap kau sampai tujuan dengan selamat pujaan hatiku dan lama kemudian kami berjalan menuju pasar kota bukit tinggi dan menghilangkan kegundahan di hati tentang keluarga yang kacau kurasakan .
14:17 ib sms darimi dan mengabarkan kau sudah tiba tuk menjalani Tugas dari kampusmu sebagai syarat akhir semester,kami pun berangkat menuju kota yang ingin ku tuju.
 
12 maret 2012
10:18 wib kota medan telah sampai dan aku pun kabari pdamu bahwa aku telah sampai dan kau pun bertanya diman adan aku pun mengatakan di sebuah kost kawa n yang memang pergi bersama ku,kau pum membalas agar aku istirahat dan nanti jemput kamu di dekat pintu satu usu,.
CINTA SEJATI KU
kau ku jemput dan aku pun memakai sepeda motor milk temanku yah kamu sediit kesal karena aku telat aku  merasakannya saat kau sms agar aku cepat datang setelah sampai kau  tersenyum begitu juga aku kerinduan ku dan keletihan ku terbayar setelah melihat mu lagi dan semangat hidup yang dulu mulai hilang timbil setelah kau hadir dalam jiwa yang gersang ini,kau siram dan kau tanam rasa cinta di hati yang terluka ini dan ,au obati,setelah jalan mengelilingi kota yang sama-sama tak kita ketahui menuju a astasiun tuk beli tiket kereta api menuju daerah mu karana aku kau pun terlambat dan tak mendapatkaten tianget sampai keberangkatan terakhir dan akhirnya kau pun mulai kesalpada ku walaupun tidak aku lihat dari raut wajah mu  dan aku pahami aku sadari aku ini siapa,kau tidur dirumah kakak yang memang kau kenal dekat.
jujur aku sedikit kecewa karena aku ingin cerita  dan ingin memeluk u sampai aku tertidur dalam pangkuan mu dan aku terlelap.

13 maret 2012
telepon dari mu dan mengatakan ingin pulang pagi ini dan aku pun mengatakan aku yang antar sampai stasiun pagi itu aku mulai mengetahui sedikit jalan menuju stasiun sampai stasiun aku pun terdiam melihat mu dan seakan tak ingin membiarkan kau pergi namun aku tak ingin semua itu terjadi 

bersambung

Jumat, 26 Agustus 2011

"Soe Hok Gie"


LAPORAN EKSPEDISI ANGKATAN DANAU KACA GUNUNG KERINCI

ANGGOTA PENUH MASKER
STAIN KERINCI

LEMBAR PENGESAHAN
Expedisi Angkatan

Menyetujui
PEMNIMBING EKSPEDISI



----------------
no anggota.




Mengetahui Mengetahui
Anggota Kehormatan MASKER                                           Ketua Umum MASKER




no





KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Shalawat beriring salam kita kirimkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, berkat rahmat dan karuniaNya kami Anggota Penuh Angkatan Danau Kaca MASKER dapat menyelesaikan pengembaraan dengan lokasi Gunung Kerinci Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi.

Pengembaraan Anggota Penuh Angkatan Danau Kaca MASKER telah kami laksanakan mulai dari tahap perencanaan hingga terlaksananya pengembaraan. Banyak pelajaran dan pengalaman yang kami dapat dari pengembaraan ini walaupun dalam pelaksaannya terdapat banyak masalah dan rintangan yang hadapi, tetapi dengan semangat kekeluargaan dan kesadaran individu akan tanggung jawab masing-masing maka pengembaraan Anggota Penuh Angkatan Danau Kaca MASKER dapat dilaksanakan dengan baik dan seluruh Anggota kembali dengan keadaan sehat wal’afiat ke Basecame MASKER Amin



Pada kesempatan ini kami Anggota Penuh Angkatan Danau Kaca MASKER mengucapkan terima kasih kepada:
• Pengurus MASKER
• Pimbimbing pengembaraan Angkatan Danau Kaca MASKER

• Pihak-pihak yang membantu baik moral maunpun materi sehingga pengembaraan ini dapat terlaksana dengan baik.

Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila laporan ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan-kesalahan dalam penulisan.



S.penuh, 07 Maret 2010
Hormat Kami



ANGGOTA PENUH ANGKATAN DANAU KACA MASKER
STAIN KERINCI





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………………………
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………………………
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………..
BAB I PENDAHULUAN
1.1 . LATAR BELAKANG…………………………………………………………
1.2 . NAMA KEGIATAN…………………………………………………………..
1.3 . TEMA KEGIATAN…………………………………………………………...
1.4 . DASAR KEGIATAN………………………………………………………….
1.5 . TUJUAN KEGIATAN………………………………………………………..
1.6 . BENTUK KEGIATAN………………………………………………………..
1.7 . TEMPAT DAN WAKTU……………………………………………………..
1.8 . RUTE KEGIATAN……………………………………………………………
1.9 . KRONOLOGIS KEGIATAN…………………………………………………
1.10. RUTE YANG DILALUI………………………………………………………

BAB II LAPORAN KEGIATAN
2.1.PROFIL GUNUNG KERINCI (3805 Mdpl)…………………………………….
2.2.RUTE PENDAKIAN…………………………………………………………….
2.3.SURAT PERIJINAN…………………………………………………………….
2.4.TEMPAT MENARIK……………………………………………………………
LAMPIRAN………………………………………………………………………….

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………

ARSIP-ARSIP



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Salah satu sumber daya manusia yang diharapkan oleh suatu bangsa adalah sumber daya yang peduli terhadap lingkungan di sekitarnya sehingga dapat memberikan manfaat bagi Bangsa, Negara dan dirinya sendiri. Oleh karena itu agar terciptanya sumber daya manusia tersebut, teori dan teknik saja tidak cukup untuk menjadikan sumber daya tetrsebut potensial, tetapi seharusnya disertai dengan latihan dan praktek langsung.
Oleh karena itu Anggota Penuh Angkatan Danau Kaca bermaksud mengadakan Espedisi di Gunung Kerinci tepatnya di kabupaten Kerinci, Prov. Jambi. Kegiatan ini merupakan media untuk mempratekkan teori dan teknik yang diperoleh dari Organisasi MASKER serta salah satu syarat memakai register.

1.2 NAMA KEGIATAN
Ekspedisi Gunung Kerinci Anggota Penuh Angkatan Danau Kaca MASKER (Mapala STAIN Kerinci).

1.3 DASAR KEGIATAN
Program Kerja DIKLATSAR Angkatan Gunung Kunyit MASKER periode 2010/2011.
1.4 TUJUAN KEGIATAN
1. Dapat mengidentifikasikan secara langsung karakteristik Gunung Kerinci serta keanekaragaman Flora dan Fauna.
2. Untuk memenuhi persyaratan memakai Nam atau Nomor Anggota Masker.
3. Menumbuhkan semangat untuk saling menjaga dan melestarikan alam yang telah ada dan merawat serta mengembangkan menjadi lebih baik.

1.5 BENTUK KEGIATAN
• Mountainnering

1.6 TEMPAT DAN WAKTU
• Tempat : Gunung Kerinci Kab.Kerinci, Propinsi Jambi.
• Waktu :

1.7 RUTE KEGIATAN
Sungai Penuh - Kayu Aro - Gunung Kerinci – Puncak Gunung Kerinci.

1.8 KRONOLOGIS KEGIATAN
Hari,tgl bln thn
Jam kegiatan
1.10 RUTE YANG DILALUI
1.10.1. Pergi
Hari,tgl bln thn
Senin, 15 Februari 2010
Base camp->Sungai Penuh -> Desa Kersik Tuo Kec.Kayu Aro -> Gunung Kerinci.
Hari,tgl bln thn
1.10.2. Pulang
Hari,tgl bln thn
Gunung Kerinci -> Desa Kersik Tuo Kec.Kayu Aro -> Sungai Penuh ->Base Camp

BAB II
LAPORAN KEGIATAN


2.1.PROFIL GUNUNG KERINCI (3805 Mdpl)
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3805m dpl dan masih dalam keadaan aktif. Berada pada lintang 10°45,50' LS dan 1010°160' BT. Terletak di dua kabupaten yaitu Kerinci dan Sulak Deras. Dikaki gunung ini juga Anda bisa temukan perkebunan teh yang terdapat di desa Kersik Tuo. Didesa Kersik Tuo ini banyak terdapat penginapan-penginapan yang diusahakan oleh penduduk setempat. Penduduk didesa Kersik Tuo ini mayoritas adalah suku Jawa yang sudah lama sekali tinggal disana, sejak jaman kolonial Belanda.
Gunung kerinci berada dibawah perlindungan Taman Nasional Kerinci Semblat. Pada areal hutan gunung ini kita masih bisa menjumpai harimau sumatera. Satu hal yang mesti di ingat, jika anda mendaki gunung ini, jangan bermalam atau mendirikan tenda di daerah selter I atau didaerah ketinggiannya dibawah 1500m dpl. Karena daerah ini merupakan habitatnya harimau sumatera dan tempat mereka berburu. Dan usahakan untuk tidak membawa makanan yang berbau anyir atau daging mentah. Pemandangan dari puncak Kerinci sangat memukau, kita bisa melihat danau kerinci dan danau situjuh yang berada diatas puncak bukit situjuh, serta di bagian selatan terlihat Lubuk Gadang dan Muara Labuh. Sementara di arah barat terlihat samudera Hindia. sangat indah. Sewaktu web master high-camp.com mendaki gunung ini dan mendirikan tenda tepat di daerah berpasir di bawah puncak pemandangan yang lepas dimalam hari sangat memukau, tapi hati-hati karena anginnya lumayan kencang, tenda anda harus cukup kuat untuk camping didaerah ini.

2.2.RUTE PENDAKIAN
• Pondok R10 (1611 m dpl) - Pintu Rimba (1800 m dpl).
R10 adalah pondok jaga balai TNKS untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki gunung Kerinci. Medannya berupa perkebunan/ladang penduduk, kondisi jalan baik (aspal) sampai batas hutan. Jarak tempuh 2 km atau 1 jam perjalanan.
• Pintu Rimba – Bangku Panjang (1909 m dpl).
Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri jika kita menghadap gunung Kerinci. Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 1 jam perjalanan, lintasan trekking nya relatif landai.
• Bangku Panjang – Batu Lumut (2000 m dpl).
Bangku Panjang terdapat dua shelter yang masih boleh dibilang layak. Menuju Batu Lumut medan pendakian masih landai dan jarak tempuhnya sekitar 2 km dengan waktu tempuh 1 jam.
• Batu Lumut - Shelter 1 (2225 m dpl).
Batu Lumut merupakan tempat istirahat namun tidak ada shelternya tetapi disini ada lokasi airnya (air endapan). Memang lokasinya di sungai tetapi sungai ini konterporer yang hanya berair dimusim hujan.Jarak tempuh menuju Shelter 1 sejauh 2 km perjalanan dengan waktu tempuh 1 jam perjalanan. Kondisi jalan setapaknya relatif terjal dengan kemiringan sekitar 60.
• Shelter 1 - Shelter 2 (5583 m dpl).
Shelter 1 merupakan tempat istirahat, jarak tempuh menuju shelter 2 yaitu sekitar 5 km dengan waktu tempuh 3 jam. Di lintasan ini sesekali jalan setapaknya terjal sampai kemiringan 45.
• Shelter 2 - Shelter 3 (3351 m dpl).
Shelter 2 merupakan tempat istirahat yang hanya tinggal kerangka besinya saja. Lokasi ini merupakan medan yang terbuka dan bisa memandang kearah desa Kersik Tuo.
Tempat ini juga bagus untuk dijadikan tempat mendirikan tenda, karena tempat datarnya lumayan luas. Disini juga kita bisa menjumpai sumber air. Perjalanan menuju puncak hanya tinggal 3 jam perjalanan dari shelter ini. Menuju shelter 3 jarak 1,5 km dengan waktu tempuh 1 jam. Kondisi jalan setapaknya merupakan bekas aliran air yang menjadi jalur pendakian.
• Shelter 3 - Batas vegetasi/Pasir/Batuan Cadas - Puncak (3805 m dpl).
Ditempat ini terdapat papan pengumuman yang berisikan larangan membuat rute baru dan informasi mengenai lintasan pasir dan cadas harap berhati-hati. Lapangan yang luas. Disini bisa mendirikan tenda asalkan tenda anda memenuhi persyaratan untuk didirikan disini, karena disini angin bertiup lumayan kencang serta suhu yang dingin.


2.3.SURAT PERIJINAN
Perijinan dapat diurus di R.10 dengan membayar tiket masuk dan mengisi buku tamu.

2.4.TEMPAT MENARIK
Ada beberapa tempat menarik yang mungkin dikunjungi diantaranya:
• Kebun teh Kersik Tuo
• Danau Belibis
• Danau Kerinci
• Danau Situjuh di Gunung Tujuh

Selain itu di lokasi Taman Nasional Kerinci Seblat ini juga terdapat komunitas yang disebut dengan ORANG KERINCI, komunitas ini sampai saat ini sangat susah untuk menemukannya. Tim antropologi Perancis masih menyelidikinya. Menurut penduduk setempat, orang kerinci ini mempunyai postur tubuh setinggi anak usia 3 tahun dan berambut panjang, yang unik dari mereka adalah telapak kaki mereka yang terbalik, tidak seperti kita tumit berada dibelakang akan tetapi orang kerinci ini tumitnya ada didepan dan jari-jarinya menghadap kebelakang. Gerakan mereka sangat cepat, sangking cepatnya photograper penyelidik dari perancis itu tidak bisa memotret mereka walaupun sudah bertemu muka. Hasil penyelidikan tim antropolog Perancis ini dapat dilihat di kantor mereka di kota Sungai penuh. Ada photo-photo bekas telapak kaki mereka yang ukurannya sebesar telapak kaki anak kecil.

LAMPIRAN

Anggota Penuh Angkatan Danau Kaca MASKER 2010/2011.
1) Nama Angkatan Danau kaca semuanya

Nama yang berangkat Ekspedisi ke Gunung Kerinci kab.Kerinci, Provinsi Jambi.

NO NAMA KETERANGAN
1
2
3
4
5


Pendamping/Leader.

NO NAMA NAM KETERANGAN


BAB III
PENUTUP

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Demikianlah Laporan Pertanggung Jawaban Angkatan Danau Kaca Anggota Penuh MASKER pada program kerja DIKLATSAR tentang Ekspedisi PERIODE 2010/20111.
Kami sadar dengan sepenuhnya bahwa Laporan Pertanggung Jawaban ini masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan-kesalahan dalam penulisan, meskipun demikian Kami berharap semoga Laporan Pertanggung Jawaban ini dapat bermanfa’at dan memberi nilai berarti baik intern maupun ekstren organisasi. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat Kami harapkan.

Wassalamu’alaikum.Wr.Wb.

Selasa, 21 Desember 2010

jalur kerinci di buka

Buat kawan2 yang berada di indonesia yang ingin menikmati dan ingin ber akhir tahun di kerinci jalur kerinci di buka dan kemungkinan besar bisa di naiki oleh kawan2 dengan catatan menjaga kelestarian dan ke bersamaan dan terlebih menjaga kebersihan bagi yang ingin naik bisa hubungi  MASKER (Mapala STAIN Kerinci).
Devisi Gunung Hutan kami siap menemani saudara2 yang hendak menikmati alam kerinci...
By : Devisi Gunung Hutan  MASKER (BOBO)

Minggu, 31 Oktober 2010

Dn Gn 7 From Seberang

Penghijauan Masker



BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR BELAKANG
Seperti yang telah diketahui, letak gedung STAIN Kerinci ini, berada di tengah lahan pertanian. Dengan keadaan tanah yang merupakan tanah kerukan dan ditimbun di atas lahan kosong.
Berdasar sebuah kenyataan sekaligus ironi, kami dari MAPALA STAIN Kerinci selaku duta penghijauan STAIN Kerinci mengadakan kegiatan penghijauan. Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud suatu lingkungan Kampus yang indah, rindang, dan sejuk dalam rangka menunjang suasana perkuliahan di STAIN Kerinci, sehingga nantinya meningkatlan mutu pendidikan khususnya di STAIN Kerinci.
Selain menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan perkuliahan, kegitan penghijauan ini dapat menjadi suatu elemen kecil Taman Kampus yang turut serta mengurangi pemanasan global dengan sumbangan oksigen dari tumbuhan yang ditanam.
Kegiatan ini melibatkan semua Badan Eksekutif Mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di STAIN Kerinci untuk berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan ini. Sehingga seluruh komponen STAIN Kerinci baik dari Mahasiswa maupun dari Dosen akan mengikuti kegiatan penghijauan ini sebagai perwujudan rasa kebersamaan dan solidaritas antar warga STAIN Kerinci. Oleh karena dengan kegiatan yang positif ini diharapkan akan tercipta suatu Kampus yang berwawasan lingkungan di STAIN Kerinci.
Kami selaku panitia kegitan penghijauan akan berusaha maksimal, sehingga mendapatkan hasil yang terbaik bagi STAIN Kerinci. Oleh karena itu, kami sangat memohon paertisipasi seluruh warga STAIN Kerinci untuk memeriahkan dan ikut andil dalam mensukseskan kegiatan penghijauan di STAIN Kerinci agar program kegiatan-kegiatan yang telah direncakan dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan kita bersama. Selain itu sebagai makhluk sosial yang selalu tidak pernah bisa berdiri sendiri kami mengharapkan kesedian untuk memberikan bantuan, pengarahan dan dukungan dari berbagai pihak, baik dari segi moral, finansial maupun meterial dari berbagai pihak,  karena semua hal di dunia hanya bisa terselesaikan dengan kerja sama kelompok bukan kerja individual.
B.   TEMA 
EVERGREEN CAMPUS
Let’s Refresh Our Environment
                “Refresh” adalah sebuah kata yang bermakna menyegarkan kembali. Seperti yang kita ketahui bahwa bumi dalam keadaan sebelumnya adalah segar, sejuk, rindang. Namun karena kemajuan jaman dan hasrat akan materi oleh manusia, bumi menjadai seperti sekarang. Untuk itu sangatlah tepat jika kata yang menyegarkan kembali menjadi tema dalam kegiatan itu.
                “Our Environment” bermakna bahwa yang akan disegarkan kembali itu adalah milik kita bersama. Sebagai pemilik bersama maka kita pun harus memelihara dan merawat bersama pula. 
                Jadi, marilah bersama-sama menyegarkan kembali lingkungan kita. Yang tak lain adalah milik kita. Agar kita nyaman hidup di dalamnya.
C.  DASAR
Adapun dasar pemikiran dari kegiatan penghijauan ini antara lain :
1.       Artikel dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_Global  yang menyatakan bahwa salah satu cara mengurangi efek pemanasan global adalah dengan carbon sequestration (menghilangkan karbon) yaitu dengan menanam lebih banyak pohon.
2.       Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MAPALA Stain Kerinci.
3.       Program kerja MAPALA STAIN Kerinci 2010-2011 tentang penghijauan Kampus.
D. TUJUAN
1.       Menciptakan suasana yang indah, rindang, dan sejuk untuk menunjang kegiatan perkuliahan yang tak lain adalah kegiatan pengglembengan calon penerus tongkat estafet kepemimpinan.
2.       Mengurangi dampak pemansan global yang berdampak sangat buruk bagi kehidupan manusia.
3.       Mewujudkan rasa kebersamaan dan solidaritas serta mempererat tali silaturahmi dan juga persaudaraan antar warga STAIN Kerinci.
4.       Menciptakan kesadaran kepada semua orang bahwa akibat-akibat besar berasal dari sebab-sebab kecil.
5.        Menciptakan STAIN Kerinci yang berwawasan lingkungan dengan melibatkan seluruh warga STAIN Kerinci.

BAB II
PELAKSANAAN

A.  PENANAMAN POHON
·                 Sasaran
Kegiatan penanaman pohon ini ditujukan untuk seluruh warga STAIN Kerinci.

·                 Rincian Kegiatan
1.     Pembagian zona penanaman
Seluruh zona kosong di STAIN Kerinci dibagi menjadi 22 zona. Zona 1 – zona 20 adalah zona untuk Mahasiswa, yang dimana menjadi pertanggung jawaban setiap UKM. Zona 21 dan 200 adalah zona yang menjadi pertanggung jawaban Mapala STAIN Kerinci.
2.     Penanaman Pohon
Penanaman pohon akan dilaksanakan dalam satu tempo. Dengan rincian kegiatan yaitu pembersihan zona, penggalian tanah dengan ketentuan luas 20 cm x 20 cm dan kedalaman 1m, dan yang terakhir penanaman pohon. Untuk bibit telah
hari, tanggal     :                2010
tempat                                : Zona yang ditentukan
waktu                  : pukul 07.00 WIB




BAB III
GREEN TEAM
STAIN KERINCI
Penanggung Jawab                         :
:
Ketua Pelaksana                              :
                                                                :
Sekretaris                                           :
Bendahara                                          :
Perencanaan                                     :
Koordinator Lapangan                   :
Sie Kegiatan :
1.       Sie Koordinasi Mahaiswa     :
 
2.       Sie Peralatan                             :
                                                         
                                                                       
3.       Sie Pendanaan                          :
 
                                               
4.       Sie Sosialisasi                            :
 
5.       Sie Dokumentasi                     :
BAB IV
KEBUTUHAN MATERIAL
No
Nama alat yang di butuh kan
@
Banyak yang di butuhkan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Pagar bambu 40 x 40 Cm
Bibit Tanaman
Poly bag
Pupuk
Spanduk
Logistik
Transportasi
Operasional Panitia
Baju
Atk
Rp.25.000
-
-
-
Rp.180.000
Rp.15.000
Rp.15.000
Rp.350.000
Rp.40.000
Rp. 200.000
25.000X 1001 pagar
1001


Rp.180.00 x 2 =  Rp.360.00
Rp.15000 x 200 Org = Rp.3.00.000
Rp.15000 x 20 Org = Rp.300.000

Rp.40.000 x 200 lembar = Rp.8.000.000


Jumlah  = Rp.











BAB V
PENUTUP

                Kami selaku panitia ‘EVERGREEN CAMPUS STAIN Kerinci mengharapkan partisipasi dan kerjasama dari segala pihak, terutama dari seluruh warga STAIN Kerinci untuk ikut andil dalam mensukseskan kegiatan penghijauan di STAIN Kerinci. Selain itu, dukungan dan bantuan Anda baik dari segi moral maupun material sangat kami butuhkan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini.
Demikian proposal ini kami buat sebagai dasar dan acuan dalam melaksanakan kegiatan penghijauan yang merupakan kegiatan peduli lingkungan warga STAIN Kerinci terutama terhadap pemanasan global yang terjadi saat ini. Kami selalu berharap agar segala sesuatunya berjalan dengan baik dan lancar dengan harapan.
                Kami menyadari bahwa proposal ini mungkin masih jauh dari kata sempurna, karena kata sempurna hanya untuk Tuhan semata sehingga kami memohon maaf atas segala keslahan dan kekhilafan yang telah kami buat dalam pembuatan proposal ini. Dan kami juga mengucapkan banyak terima kasih bagi semua pihak yang telah membantu sehingga proposal ini dapat terselesaikan.







Lembar Pengesahan


Ketua Umum
MAPALA STAIN Kerinci
Y O L A N D A
Mpl.04.Gkt.37
   Panitia Pelaksana Grenn Team
MAPALA STAIN KERINCI
 .........................
Mpl.03.Mst



           


Mengetahui,
Pembina MAPALA STAIN Kerinci




Toni indra yadi . S.pd
                                                 NIP. 1


Selasa, 12 Oktober 2010

Buat Syukran

MPL 01 KRC 02


Selamat menempuh hidup baru sobat,
Semoga menjadi keluarga sakinah jangan lupa ya undang-undah untuk semua anggota mu
(By Alunk)

Rabu, 29 September 2010

Kota Majapahit di Trowulan

     Kakawin Nagarakretagama, pupuh VIII-XII, merupakan sumber tertulis yang penting untuk mengetahui gambaran Kota Majapahit sekitar tahun 1350 M. Kota pada masa itu bukanlah kota dalam arti modern, demikian pernyataan Pigeaud (1962), ahli sejarah kebangsaan Belanda, dalam kajiannya terhadap Nagarakretagama karya Prapanca. Ia menyimpulkan, Majapahit bukan kota yang dikelilingi tembok, melainkan sebuah komplek permukiman besar yang meliputi sejumlah komplek yang lebih kecil, di mana satu sama lain dipisahkan oleh lapangan terbuka. Tanah-tanah lapang digunakan untuk kepentingan publik, seperti pasar dan tempat-tempat pertemuan.

     Tembok batu merah tebal lagi tinggi mengitari keraton. Itulah benteng Keraton Majapahit. Pintu besar di sebelah barat yang disebut "Purawuktra" menghadap ke lapangan luas. Di tengah lapangan itu mengalir parit yang mengelilingi lapangan. Di tepi benteng "Brahmastana”, berderet-deret memanjang dan berbagai-bagai bentuknya. Di situlah tempat tunggu para perwira yang sedang meronda menjaga Paseban.

Peta  Kota Majaapahit
Sketsa rekonstruksi Kota Majapahit oleh Maclaine Pont (1924) berdasarkan Nagarakretagama dan hasil penggalian.

      Itulah salah satu cuplikan dari Nagarakretagama yang menggambarkan salah satu bagian dari ibu kota Majapahit seperti yang digambarkan oleh Prapanca. Di mana reruntuhannya? Sebagian besar para pakar arkeologi memercayai dan menempatkannya di Trowulan. Mengapa Trowulan? Hal ini bermula dari penelitian yang dilakukan oleh Wardenaar atas perintah Raffles pada 1815 untuk mengamati tinggalan arkeologi di daerah Mojokerto. Dalam laporannya ia selalu menyebutkan, “in het bosch van Majapahit” untuk tinggalan budaya yang ditemukan di Mojokerto, khususnya Trowulan.

     Raffles sendiri dalam bukunya History of Java menyebutkan “remains of gateway at Majapahit called Gapura Jati Pasar” ketika menyebut Candi Waringin Lawang, dan menyebut “one of the gateway of Majapahit” ketika menyebut Candi Brahu. Anggapan-anggapan tersebut kemudian diyakinkan lagi oleh Maclains Pont, seorang arsitek Belanda, yang menggali hampir seluruh penjuru Trowulan. Hasilnya berupa sejumlah besar pondasi bangunan, saluran air yang tertutup dan terbuka, serta waduk-waduk.
 
     Uraian Nagarakretagama tentang Kota Majapahit telah dicari lokasinya di lapangan oleh Maclains Pont dari tahun 1924-1926. Ia berhasil membuat sketsa “kota” Majapahit di Situs Trowulan. Benteng kota Majapahit digambarkan dalam bentuk jaringan jalan dan tembok keliling yang membentuk blok-blok empat persegi. Secara makro, bentuk Kota Majapahit menyerupai bentuk mandala candi berdenah segi empat dan terdapat gapura masuk di keempat sisinya, sedangkan keraton terletak di tengah-tengah. Selain itu terdapat kediaman para prajurit dan punggawa, pejabat pemerintah pusat, para menteri, pemimpin keagamaan, para kesatria, paseban, lapangan Bubat, kolam segaran, tempat pemandian, dan lain-lain.

     Situs Trowulan sendiri berada dalam wilayah Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sekitar 70 km ke arah barat daya dari Surabaya. Dalam areal seluas 9 x 11 km itu dapat dilihat bangunan-bangunan bata berupa candi, gapura, kolam, dan salurah-saluran air di muka tanah maupun di bawah tanah, yang seluruhnya mengindikasikan sebuah kota yang sudah cukup maju untuk masa itu.

     Mengenai seberapa luas kota Majapahit dan dimana batas-batasnya, menurut penelitian terakhir berdasarkan temuan yoni, adalah di sebelah barat daya Trowulan, di Labak Jabung, sebelah tenggara Trowulan, dan Klinterejo di sebelah timur laut Trowulan. Sedangkan titik ke empat mestinya di Dusun Tugu dan Bodas di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Dengan ditemukannya situs arkeologi pada titik keempat, dapat dihitung luas bidang dari keempat titik, sehingga diperkirakan luas bidang Kota Majapahit sekitar 11 x 9 km, yang memanjang utara-selatan.

     Pada tahun 1981 keberadaan kanal-kanal dan waduk-waduk di Situs Trowulan semakin pasti diketahui melalui studi foto udara yang ditunjang oleh pengamatan di lapangan dengan pendugaan geoelektrik dan geomagnetik. Dari hasil penelitian kerja sama Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dengan Ditlinbinjarah, UGM, ITB, dan Lapan, diketahui bahwa Situs Trowulan berada di ujung kipas aluvial vulkanik yang sangat luas, memiliki permukaan tanah yang landai dan baik sekali bagi tata guna tanah (Karina Arifin, 1983). Waduk-waduk Baureno, Kumitir, Domas, Kraton, Kedungwulan, Temon, dan kolam-kolam buatan seperti Segaran, Balong Dowo, dan Balong Bunder, yang semuanya terdapat di Situs Trowulan, letaknya dekat dengan pangkal kipas aluvial Jatirejo.

     Melalui pengamatan foto udara inframerah, ternyata di Situs Trowulan dan sekitarnya terlihat adanya jalur-jalur yang berpotongan tegak lurus dengan orientasi utara-selatan dan timur-barat. Jalur-jalur yang membujur timur-barat terdiri atas 8 jalur, sedangkan jalur-jalur yang melintang utara-selatan terdiri atas 6 jalur. Selain jalur-jalur yang bersilangan tegak lurus, ditemukan pula dua jalur yang agak menyerong. "Berdasarkan uji lapangan pada jalur-jalur dari foto udara, ternyata jalur-jalur tersebut adalah kanal-kanal, sebagian masih ditemukan tembok penguat tepi kanal dari susunan bata," ujar Karina Arifin.

     Lebar kanal-kanal berkisar 35-45 meter. Kanal yang terpendek panjangnya 146 meter, yaitu jalur yang melintang utara-selatan yang terletak di daerah Pesantren, sedangkan kanal yang terpanjang adalah kanal yang berhulu di sebelah timur di daerah Candi Tikus dan berakhir di Kali Gunting (di Dukuh Pandean) di daerah baratnya. Kanal ini panjangnya sekitar 5 kilometer. Hal yang menarik, sebagian besar situs-situs di Trowulan dikelilingi oleh kanal-kanal yang saling berpotongan, membentuk sebuah denah segi empat yang luas, dibagi lagi oleh beberapa bidang segi empat yang lebih kecil.

Istana dan Raja
     Berita Cina yang ditulis oleh Ma Huan sewaktu mengikuti perjalanan Laksamana Zheng He (Cheng Ho) ke Jawa memberikan penjelasan mengenai keadaan masyarakat Majapahit pada abad XV. Antara lain, bahwa kota Majapahit terletak di pedalaman Jawa. Istana raja dikelilingi tembok tinggi lebih dari 3 zhang, pada salah satu sisinya terdapat “pintu gerbang yang berat” (mungkin terbuat dari logam). Tinggi atap bangunan antara 4-5 zhang, gentengnya terbuat dari papan kayu yang bercelah-celah (sirap).
     Raja Majapahit tinggal di istana, kadang-kadang tanpa mahkota, tetapi sering kali memakai mahkota yang terbuat dari emas dan berhias kembang emas. Raja memakai kain dan selendang tanpa alas kaki, dan ke mana pun pergi selalu memakai satu atau dua bilah keris. Apabila raja keluar istana, biasanya menaiki gajah atau kereta yang ditarik lembu. Penduduk Majapahit berpenduduk sekitar 200-300 keluarga. Penduduk memakai kain dan baju, kaum lelaki berambut panjang dan terurai, sedangkan perempuannya bersanggul. Setiap anak laki-laki selalu membawa keris yang terbuat dari emas, cula badak, atau gading

Tata Kota
     Kerajaan Majapahit, selain mempunyai ibu kota sebagai pusat pemerintahan dan tempat kedudukan raja serta para pejabat kerajaan, juga merupakan pusat magis bagi seluruh kerajaan. Ditinjau dari konsep kosmologi, wujud ibu kota Majapahit dianggap sebagai perwujudan jagad raya, sedangkan raja identik dengan dewa tertinggi yang bersemayam di puncak Gunung Mahameru (Semeru).
     Keberadaan Kota Majapahit menurut konsep tersebut memiliki tiga unsur, yaitu:
1.    unsur gunung (replikanya dibentuk candi),
2.    unsur sungai (replikannya dibentuk kanal),
3.    unsur laut (replikanya dibentuk waduk).

     Nagarakretagama menyebutkan bahwa susunan bangunan di istana meliputi tempat tinggal raja dan keluarganya, lapangan manguntur, pemukiman para pendeta, dan rumah-rumah jaga pegawai kerajaan. Rumah di dalam istana indah, bagus, dan kuat. Ibu kota Majapahit dikelilingi oleh raja-raja daerah dan kota-kota lain. Di sekitar istana tempat kedudukan raja terdapat tempat-tempat kedudukan raja-raja daerah (paduka bhatara) serta para pajabat/pembesar kerajaan.

Pupuh VIII
1.    Tersebut keajaiban kota: tembok batu merah, tebal tinggi, mengitari pura. Pintu barat
       bernama Pura Waktra, menghadap ke lapangan luas, bersabuk parit. Pohon
       brahmastana berkaki bodi, berjajar panjang, rapi berbentuk aneka ragam. Di situlah
       tempat tunggu para tanda, terus menerus meronda menjaga paseban.

2.    Di sebelah utara bertegak gapura permai dengan pintu besi penuh berukir. Di sebelah timur: panggung luhur, lantainya berlapis batu, putih-putih mengkilat. Di bagian utara, di selatan pecan, rumah berjejal jauh memanjang, sangat indah. Di Selatan jalan perempat: balai prajurit tempat pertemuan tiap Caitra.

3.    Balai agung Manguntur dengan balai Witana di tengah, menghadap padang
       watangan. Yang meluas ke empat arah; bagian utara paseban pujangga dan menteri.
       Bagian timur paseban pendeta Siwa-Buddha, yang bertugas membahas upacara.
       Pada masa gerhana bulan Palguna, demi keselamatan seluruh dunia.

4.    Di sebelah timur, pahoman berkelompok tiga-tiga mengitari kuil Siwa. Di selatan
       tempat tinggal wipra utama, tinggi bertingkat, menghadap panggung korban. Bertegak
       di halaman sebelah barat; di utara tempat Buddha bersusun tiga. Puncaknya penuh
       berukir; berhamburan bunga waktu raja turun berkorban.

5.    Di dalam, sebelah selatan Manguntur tersekat dengan pintu, itulah paseban. Rumah
       bagus berjajar mengapit jalan ke barat, disela tanjung berbunga lebat. Agak jauh di
       sebelah barat daya: panggung tempat berkeliaran para perwira. Tepat di tengah-
       tengah halaman bertegak mandapa penuh burung ramai berkicau.

6.    Di dalam, di selatan, ada lagi paseban memanjang ke pintu keluar pura yang kedua.
       Dibuat bertingkat-tangga, tersekat-sekat, masing-masing berpintu sendiri. Semua
       balai bertulang kuat bertiang kokoh, papan rusuknya tiada tercela. Para prajurit silih
       berganti, bergilir menjaga pintu, sambil bertukar tutur.

Pupuh XII
1.    Teratur rapi semua perumahan sepanjang tepi benteng. Timur tempat tinggal
       pemuka pendeta Siwa Hyang Brahmaraja. Selatan Buddha-sangga dengan
       Rangkanadi sebagai pemuka. Barat tempat para arya, menteri, dan sanak-kadang
       adiraja.

2.    Di timur tersekat lapangan, menjulang istana ajaib. Raja Wengker dan rani Daha
       penaka Indra dan Dewi Saci. Berdekatan dengan istana raja Matahun dan rani
       Lasem. Tak jauh di sebelah selatan raja Wilwatikta.

3.    Di sebelah utara pasar: rumah besar bagus lagi tinggi. Di situ menetap patih Daha,
       adinda Sri Paduka di Wengker. Batara Narpati, termashur sebagai tulang punggung
       praja. Cinta-taat kepada raja, perwira, sangat tangkas dan bijak.

4.    Di timur laut, rumah patih Wilwatikta, bernama Gajah Mada. Menteri wira, bijaksana,
       setia bakti kepada negara. Fasih bicara, teguh tangkas, tenang, tegas, cerdik, lagi
       jujur. Tangan kanan maharaja sebagai penggerak roda negara.

5.    Sebelah selatan puri, gedung kejaksaan tinggi bagus. Sebelah timur perumahan
       Siwa, sebelah barat Buddha. Terlangkahi rumah para menteri, para arya, dan satria.
       Perbedaan ragam pelbagai rumah menambah indahnya pura.

6.    Semua rumah memancarkan sinar warnanya gilang-cemerlang. Menandingi bulan 
       dan matahari, indah tanpa upama. Negara-negara di Nusantara dengan Daha bagai
       pemuka. Tunduk menengadah, berlindung di bawah kuasa Wilwatikta.

Sistem Perairan Masa Majapahit
     Bangunan air yang ditemukan di masa Majapahit adalah waduk, kanal, kolam, dan saluran air, yang sampai sekarang masih ditemukan sisa-sisanya. Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa pemerintah Majapahit membuat bangunan air tersebut untuk kepentingan irigasi pertanian dan sarana mengalirkan air sungai ke waduk: penampungan dan penyimpanan air, serta pengendali banjir.

     Hasil penelitian membuktikan terdapat sekitar 20 waduk kuno yang tersebar di dataran sebelah utara daerah Gunung Anjasmoro, Welirang, dan Arjuno. Waduk Baureno, Kumitir, Domas, Temon, Kraton, dan Kedung Wulan adalah waduk-waduk yang berhubungan dengan Kota Majapahit yang letaknya di antara Kali Gunting di sebelah barat dengan Kali Brangkal di sebelah timur. Hanya waduk Kedung Wulan yang tidak ditemukan lagi sisa-sisa bangunannya, baik dari foto udara maupun di lapangan.

     Waduk Baureo adalah waduk terbesar yang terletak 0,5 km dari pertemuan Kali Boro dengan Kali Landean. Bendungannya dikenal dengan sebutan Candi Lima. Tidak jauh dari Candi Lima, gabungan sungai tersebut bersatu dengan Kali Pikatan, membentuk Kali Brangkal. Bekas waduk ini sekarang merupakan cekungan alamiah yang ukurannya besar dan dialiri oleh beberapa sungai. Seperti halnya Waduk Baureno, waduk-waduk lainnya sekarang telah rusak dan yang terlihat hanya berupa cekungan alamiah, misalnya Waduk Domas yang terletak di utara Waduk Baureno; Waduk Kumitir (Rawa Kumitir) yang terletak di sebelah barat Waduk Baureno; Waduk Kraton yang terletak di utara Gapura Bajangratu; dan Waduk Temon yang terletak di selatan Waduk Kraton dan di barat daya Waduk Kumitir.

     Di samping waduk-waduk tersebut, di Trowulan terdapat tiga kolam buatan yang letaknya berdekatan, yaitu Segaran, Balong Bunder, dan Balong Dowo. Kolam Segaran memperoleh air dari saluran yang berasal dari Waduk Kraton. Balong Bunder sekarang merupakan rawa yang terletak 250 meter di sebelah selatan Kolam Segaran. Balong Dowo juga merupakan rawa yang terletak 125 meter di sebelah barat daya Kolam Segaran. Hanya Kolam Segaran yang diperkuat dengan dinding-dinding tebal di keempat sisinya, sehingga terlihat merupakan bangunan air paling monumental di Kota Majapahit.
     Kolam Segaran pertama kali ditemukan oleh Maclaine Pont pada 1926. Kolam ini berukuran panjang 375 meter dan lebar 175 meter dan dalamnya sekitar 3 meter, membujur arah timurlaut–baratdaya. Dindingnya dibuat dari bata yang direkatkan tanpa bahan perekat. Ketebalan dinding 1,60 meter. Di sisi tenggara terdapat saluran masuk, sedangkan di sisi barat laut terdapat saluran keluar menuju ke Balong Dowo dan Balong Bunder.

     Foto udara yang dibuat pada tahun 1970-an di wilayah Trowulan dan sekitarnya memperlihatkan dengan jelas adanya kanal-kanal berupa jalur-jalur yang bersilangan saling tegak lurus dengan orientasi utara-selatan dan barat-timur. Juga terdapat jalur-jalur yang agak menyerong dengan lebar bervariasi, antara 35-45 m atau hanya 12 m, dan bahkan 94 m yang kemungkinan disebabkan oleh aktivitas penduduk masa kini.
     Kanal-kanal di daerah pemukiman, berdasarkan pengeboran yang pernah dilakukan, memperlihatkan adanya lapisan sedimentasi sedalam 4 m; dan pernah ditemukan susunan bata setinggi 2,5 meter yang memberi kesan bahwa dahulu kanal-kanal tersebut diberi tanggul, seperti di tepi kanal yang terletak di daerah Kedaton yang lebarnya 26 meter diberi tanggul. Kanal-kanal itu ada yang ujungnya, berakhir di Waduk Temon dan Kali Gunting; dan sekurang-kurangnya tiga kanal berakhir di Kali Kepiting, di selatan Kota Majapahit. Kanal-kanal yang cukup lebar menimbulkan dugaan bahwa fungsinya bukan sekadar untuk mengairi sawah (irigasi), tetapi mungkin juga untuk sarana transportasi yang dapat dilalui oleh perahu kecil.

     Kanal, waduk, dan kolam buatan ini didukung pula oleh saluran-saluran air yang lebih kecil, yang merupakan bagian dari sistem jaringan air di Majapahit. Di wilayah Trowulan, gorong-gorong yang dibangun dari bata sering ditemukan dengan ukurannya cukup besar, yang memungkinkan orang dewasa untuk masuk ke dalamnya. Candi Tikus yang merupakan pemandian (petirtaan) misalnya, mempunyai gorong-gorong yang besar untuk menyalurkan airnya ke dalam dan ke luar candi. Selain gorong-gorong atau saluran bawah tanah, banyak pula ditemukan saluran terbuka untuk mengairi sawah-sawah, serta temuan pipa-pipa terakota yang kemungkinan besar digunakan untuk menyalurkan air ke rumah-rumah, serta selokan-selokan dari susunan bata di antara sisa-sisa rumah-rumah kuno. Hal ini menunjukkan bagaimana masyarakat Majapahit telah mempunyai kesadaran yang tinggi terhadap sanitasi dan pengendalian air.
    Melihat banyak dan besarnya bangunan-bangunan air, dapat diperkirakan bahwa pembangunan dan pemeliharaannya membutuhkan suatu sistem organisasi yang teratur. Hal ini terbukti dari pengetahuan dana teknologi yang mereka miliki, yang memungkinkan mereka mampu mengendalikan banjir dan menjadikan pusat kota terlindungi serta aman dihuni.

     Sampai sekarang, baik dari prasasti maupun naskah kuno, tidak diperoleh keterangan mengenai kapan waduk dan kanal-kanal tersebut dibangun serta berapa lama berfungsinya. Rusaknya bangunan-bangunan air tersebut mungkin diawali oleh letusan Gunung Anjasmoro tahun 1451, yang membawa lapisan lahar tebal yang membobol Waduk Baureno dan merusak sistem jaringan air yang ada. Candi Tikus yang letaknya di antara Waduk Kumitir dan Waduk Kraton bahkan seluruhnya pernah tertutup oleh lahar.
     Keadaan kerajaan yang kacau karena perebutan kekuasaan ditambah dengana munculnya kekuasaan baru di daerah pesisir, mengakibatkan kerusakan bangunan air tidak dapat diperbaiki seperti sediakala. Erosi dan banjir yang terus menerus mengakibatkan daerah ini tidak layak huni dan perlahan-lahan ditinggalkan oleh penghuninya.

Kota-kota Besar Kerajaan

bentuk kota dan rumah

Perkampungan dan Dusun
     Tidak diketahui secara pasti bagaimana bentuk rumah tradisional peninggalan Kerajaan Majapahit yang sesungguhnya. Dari sejumlah artefak yang ditemukan yang berkaitan dengan okupasi kerajaan, sulit rasanya untuk memberikan contoh baku prototipe rumah zaman Majapahit. Namun, ada segopok artefak dari tanah liat bakar berupa miniatur rumah dan temuan struktur bangunan yang diduga sebagai tipikal rumah Majapahit.

     Ekskavasi di Trowulan tahun 1995 menunjukkan adanya struktur bangunan berupa kaki dari tanah yang diperkuat dengan susunan batu yang berspesi tanah setebal 1 cm, membentuk sebuah batur rumah. Denah batur berbentuk empat persegi panjang, dengan ukuran 5,20 x 2,15 meter dan tinggi sekitar 60 cm. Di sisi utara terdapat sebuah struktur tangga bata yang terdiri dari 3 anak tangga. Dari keberadaan dan tata letak tangga, dapat disimpulkan bahwa rumah ini menghadap ke utara dengan deviasi sekitar 90 55 derajat ke timur, seperti juga orientasi hampir dari semua arah struktur bangunan yang ada di Situs Trowulan.

     Pada kedua sisi kaki bangunan terdapat selokan terbuka selebar 8 cm dan dalam 10 cm. Depan kaki bangunan selokan itu mengikuti bentuk denah bangunan tangga. Selokan tersebut dibangun dari satuan-satuan bata sehingga struktur selokan lebih kuat, dan airnya bisa mengalir lebih cepat. Di sekitar kaki bangunan ditemukan lebih dari 200 pecahan genteng dan 70 pecahan bubungan dan kemuncak, serta ukel (hiasan dari terakota yang ditempatkan di bawah jurai atap bangunan).

     Struktur halaman bangunannya amat menarik dan unik. Tanah halaman ditutup dengan struktur yang berkotak-kotak, dan masing-masing kotak dibatasi dengan bata yang dipasang rebah di keempat sisinya, dan di dalam kotak berbingkai bata tersebut dipasang batu-batu bulat memenuhi seluruh bidang. Tutupan semacam ini berfungsi untuk menghindari bila halaman menjadi becek ketika hujan turun. Belum pernah ditemukan penutup halaman yang semacam ini, kecuali yang agak serupa ditemukan di selatan situs Segaran II.

     Dari temuan itu dapat diasumsikan bahwa tubuh bangunan didirikan di atas batur setinggi 60 cm. Kemungkinan bangunan dibuat dari kayu (papan) dan bukan dari bata karena di sekitar areal bangunan tidak ditemukan bata dalam jumlah yang besar sesuai dengan volume bangunannya. Mungkin tubuh bangunan dibuat dari kayu (papan) atau anyaman bambu jenis gedek atau bilik. Tiang-tiang kayu penyangga atap tentunya sudah hancur, agaknya tidak dilandasi oleh umpak-umpak batu yang justru banyak ditemukan di Situs Trowulan, karena tak ada satu pun umpak yang ditemukan di sekitar bangunan.
     Tiang-tiang rumah mungkin diletakkan langsung pada lantai yang melapisi permukaan batur. Atap bangunan diperkirakan memunyai sudut kemiringan antara 35-60 derajat, ditutup dengan susunan genteng berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 24 x 13 x 0,9 cm dengan jumlah sekitar 800 -1.000 keping genteng yang menutupinya. Bagian atas atap dilengkapi dengan bubungan dan kemuncak, serta pada ujung-ujung jurainya dipasang hiasan ukel.

     Rekonstruksi bangunan rumah yang didasarkan atas bukti yang ditemukan di situs tersebut, dapat dilengkapi melalui perbandingan dengan bentuk-bentuk rumah beserta unsur-unsurnya yang dapat kita lihat wujudnya dalam: (1) artefak sezaman seperti pada relief candi, model-model bangunan yang dibuat dari terakota, jenis-jenis penutup atap berbentuk genteng, sirap, bambu, ijuk; (2) rumah-rumah sederhana milik penduduk sekarang di Trowulan; dan (3) rumah-rumah di Bali.

     Lepas dari status sosial penghuni rumah ini, ada hal lain yang menarik, yaitu penduduk Majapahit di Trowulan, atau setidak-tidaknya penghuni rumah ini, telah menggabungkan antara segi fungsi dengan estetika. Halaman rumah ditata sedemikian rupa untuk menghindari genangan air dengan cara diperkeras dengan krakal bulat dalam bingkai bata. Di sekeliling bangunan terdapat selokan terbuka yang bagian dasarnya berlapis bata untuk mengalirkan air dari halaman. Dilengkapi pula dengan sebuah jambangan air dari terakota yang besar dan kendi berhias, yang memberikan kesan sebuah halaman rumah yang tertata apik. Di sebelah timur terdapat beberapa struktur bata yang belum berhasil diidentifikasi. Mungkin rumah yang ukurannya relatif kecil ini hanya merupakan salah satu komplek. Bangunan yang berada dalam satu halaman seluas 200-an meter persegi tersebut dikelilingi oleh pagar seperti yang dapat kita saksikan di Bali sekarang.
Kepustakaan
Muljana, Slamet. 2006. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Yogyakarta: LKiS.

sekilas tentang STAIN KERINCI

ORGANISASI KEMAHASISWAAN

Organisasi pembinaan Kemahasiswaan di STAIN Kerinci adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa kearah  perluasan dan peningkatan kecendikiawan serta integritas kepribadian.
Bentuk pembinaan Kemahasiswaan di tingkat STAIN Kerinci  :
1.       Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)
2.       Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
3.       Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Organisasi pembinaan Kemahasiswaan ditingkat jurusan terdiri terdiri dari himpunan mahasiswa jurusan yang disingkat dengan (HMJ).
Organisasi pembinaan Kemahasiswaan ditingkat program studi terdiri terdiri dari Himpunan Mahasiswa Program Studi yang disingkat dengan (Himaprodi).
Organisasi pembinaan Kemahasiswaan ditingkat lokal terdiri terdiri dari Komisariat Mahasiswa yang disingkat dengan (KOSMA).

KEDUDUKAN TUGAS DAN FUNGSI
1.       Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)
MPM STAIN berkedudukan di tingkat STAIN dan merupakan kelengkapan non struktural  ditingkat STAIN
2.       Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
BEM STAIN berkedudukan di tingkat STAIN dan merupakan kelengkapan non struktural  yang mempunyai tugas pokok :
a.       Mewakili mahasiswa ditingkat STAIN baik kedalam maupun keluar
b.      Menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa ditingkat STAIN
c.       Merencanakan dan menetapkan Garis-garis Besar Program Kerja yang telah ditetapkan dalam siding pleno
d.      Mengkoordinasi kegiatan yang bersifat umum interdisipliner
e.      Memberikan saran, usul dan pendapat kepada pimpinan STAIN terutama yang berkenaan dengan fungsi dan perencanaan tujuan STAIN
f.        Mengangkat dan memperhatikan Unit Kegiatan Mahasiiswa
g.       Menilai dan mengevaluasi Unit Kegiatan Mahasiiswa
h.      Mengkoordinasi kegiatan UKM, HMJ,Himaprodi
Disamping tugas pokok diatas BEM mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.       Perwakilan mahasiswa ditingkat STAIN baik kedalam maupun keluar
b.      Penampung dan penyalur aspirasi mahasiswa di tingkat STAIN
c.       Perencana dan penetap Garis-garis Besar Program Kerja yang telah ditetapkan
d.      Melaksanakan kegiatan yang bersifat umum dan interdisipliner
e.      Memberikan saran, usul dan pendapat kepada pimpinan STAIN terutama yang berkenaan dengan fungsi dan perencanaan tujuan STAIN
f.        Koordinator  kegiatan UKM, HMJ,Himaprodi

3.       Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
a.       UKM berkedudukan ditingkat STAIN yang merupakan kelengkapan BEM
b.      UKM mempunyai tugas pokok  merencanakan dan melaksanakan kegiatan ektrakurikuler dalam bidang tertentu sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya kepada BEM

SANKSI PENDIDIKAN
1.       SANSKI AKADEMIK
Mahasiswa yang melanggar ketentuan administrasi dikenai sanksi akademik sebagai berikut :
a.        Mahasiswa yang terlambat membayar SPP dinyatakan Stop Out selama satu semester
b.       Mahasiswa yang melakukan pendaftaran diluar waktu yang sudah ditetapkan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 1.000,- perhari
c.        Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran satu semester diwajibkan membayarkan SPP semester yang bersangkutan ditambah pembayaran denda yang ditetapkan dengan keputusan ketua STAIN
d.       Mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran dua semester berturut-turut dikenakan sanksi akademik berupa pemutusan studi (dikeluarkan dari STAIN)
e.       Mahasiswa yang tidak mengajukan program studi pada masa yang telah ditentukan tidak berhak mengikuti perkuliahan, apabila mahasiswa yang bersangkutan mengikuti ujian, nilai yang diperoleh tidak diakui
f.         Mahasiswa yang kehadirannya dalam mengikuti kuliah kurang dari 75% dari kehadiran dosen dalam satu semester, tidak berhak mengikuti ujian untuk mata kuliah yang bersangkutan dan dinyatakan tidak lulus dalm mata kuliah tersebut
g.         Mahasiswa yang tidak melaksanakan tugas terstruktur dan/atau tugas-tugas mandiri, kepadanya dikenakan sanksi penundaan atau pembatalan nilai yang diperolehnya oleh dosen yang bersangkutan
h.       Mahasiswa yang memperoleh IP (indek prestasi) kurang dari 2.00 semester selama empat dikenakan sanksi berupa gugur studi
i.         Mahasiswa yang mwenghabiskan studi lewat 14 semester tanpa alasan yang dapat diterima dan tidak menyelesaikan studi dinyatakan droup out
j.         Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan perbaikan skripsi selama enam bulan setelah ujian, maka nilai skripsinya dinyatakan batal dan  digantikan dengan ujian skripsi berikutnya

2.        SANKSI NON AKADEMIK
Mahasiswa yang melanggar ketentuan non akademik, hokum, dan moral dapat dikenakan :
a.        Teguran (lisan dan tulisan)
b.       Peringatan keras (membeat peringatan)
c.        Skorsing dalam jangka tertentu
d.       Dikeluarkan dari STAIN
Jenis hukuman diatas ditetapkan dengan keputusan ketua STAIN berdasarkan usulan senat STAIN, setelah memperoleh rekomendasi dari tim khusus dari tim khusus yang terdiri atas berbagai unsure dalam lingkungan STAIN. Pengeluaran mahasiswa dengan alasan non akademik, hanya dapat dilakukan oleh ketua STAIN berdasarkan sidang senat. 

BEASISWA
Pada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci selama ini terdapat 3 (tiga) jenis beasiswa yang diberikan oleh pemerintah kepada mahasiswa yaitu :
1.       Beasiswa Prestasi
2.       Beasiswa Supersemar
3.       Beasiswa Kerja
Ketentuan persyaratan untuk mendapatkan beasiswa adalah :
1.       Warga Negara RI yang berjiwa pancasila
2.       Terdaftar sebagai mahasiswa pada kuliah tahun yang sedang berjalan
3.       Minimal telah duduk pada semester III dan maksimal semester VIII.
4.       Belum menikah
5.       Memiliki konduite baik dalam aktivitas belajar.
6.       Menunjukkan loyalitas terhadap almamater
7.       Memiliki Indek Prestasi (IP) minimal 2,75
8.       Berasal dari keluarga tidak mampu secara ekonomis yang dinilai atas pertimangan :
a.        Pekerjaan orang tua/wali yang secara ekonomis lemah antara lain :
1)  Pegawai Negeri Sipil (PNS) / TNI
2)  Pensiunan
3)  Veteran
4)  Buruh
5)  Tani
6)  Nelayan
7)  Pedagang Kecil
8)  Status lainnya
b.       Besarnya penghasilan orang tua / wali
c.        Jumlah tanggungan orang tua / wali
d.       Yatim piatu
9.       Aktif dalam kegiatan mahasiswa yang diprogramkan oleh STAIN Kerinci
10.    Sehat jasmani dan rohani
11.    Tidak sedang menerima mahasiswa dari pihak lain
12.    Untuk beasiswa kerja harus ada persyaratan sanggup bekeja untuk kepentingan STAIN selama 1 tahun
13.    Calon mahasiswa diwajibkan mengisi formulir permohonan secara lengkap dan jelas, ditulis dengan huruf cetak, tinta hitam atau diketik rangkap 2 serta disampaikan kepada STAIN melalui Subbag. Akademik /Kemahasiswaan dengan melampirkan :
a.        Surat keterangan tidak mampu secara ekonomis dari kepala desa / lurah yang bersangkutan.
b.       Surat keterangan tidak sedang menerima beasiswa lain yang dikeluarkan oleh Puket III.
c.        Menyerahkan copy kartu hasil studi (KHS).
14.    Kewajiban mahasiswa sehubungan dengan beasiswa tersebut :
a.        Menggunakan dana beasiswa secara efisien untuk menunjang keberhasilan kuliah.
b.       Mempertahankan dan meningkatkan prestasi belajar.
c.        Bagi penerima beasiswa yang harus melaksanakan pekerjaan yang diberikan oleh STAIN Kerinci dengan sebaik-baiknya.
15.    Beasiswa akan diberhentikan jika mahasiswa penerima :
a.        Meninggal dunia
b.       Berhenti kuliah / cuti / keluar dalam keadaan skorsing
c.        Tidak naik tingkat / melewati semester yang telah ditentukan
d.       Prestasi pendidikan menurun
e.       Melanggar tata tertib dan ketentuan yang berlaku
f.         Pertimbangan lain dari pimpinan  
Visi dan Misi
Visi
  1. Menjadi pusat pemantapan iman, pengembangan ilmu,  amal dan moral yang luhur, sebagai cerminan masyarakat yang damai sejahtera.
  2. Menjadi Perguruan Tinggi Islam unggulan dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.
  3. Selalu menjadi pioneer dalam setiap pembaharuan pemikiran dan pengembangan Pendidikan Tinggi Islam.

Misi
  1. Mempersiapkan peserta didik memiliki kemantapan aqidah, kedalaman spritual, keluasabn pengetahuan, keluhuran akhlak dan kematangan professional.
  2. Memberikan pelayanan yang optimal terhadap pencinta dan penggali ilmu pengetahuan, terutama ilmu-ilmu keislaman
  3. Memberikan ketauladanan dalam kehidupan atas dasar nilai-nilai Islami dan budaya luhur bangsa Indonesia.
  4. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi melalui pengkajian dan penelitian ilmiah dengan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.

Tujuan
  1. Menyiapkan peserat didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau menciptakan ilmu pengetahuan agama Islam dan tekhnologi serta seni yang benafaskan Islam.
  2. Mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan agama Islam dan tekhnologi serta seni yang bernafaskan Islam dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupana masyarakat dan memperkaya kehidupan nasional.
  3. Untuk merealisasikan visi dan misi di atas, STAIN Kerinci selalu berpedoman pada STATUTA STAIN Kerinci, yakni Keputusan Menteri Agama RI No. 327 tahun 1997, Keputusan Menteri Agama RI No. 294 tahun 1997 tentang organisasi dan Tata Kerja STAIN Kerinci, Keputusan Direktur Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No. E/136/1997 tentang Alih status dari Fakultas menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri PP. No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi dan PP. No. 61 tahun 1999 tentang penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum dan ditambah dengan Peraturan-peraturan lain.
Arti Lambang
LAMBANG STAIN KERINCI
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci memiliki lambang yang terdiri dari unsur-unsur dengan inti pengertian sebagai berikut:
  1. Bentuk lambang berupa garis,lambang yang membentuk lima sudut, melambangkan sila-sila dari Pancasila.
  2. Dua bulu angsa yang pangkalnya berbentuk pena, melambangkan keilmuan.
  3. Konpigurasi kubah masjid yang dibentuk oleh lengkungan bulu angsa dan pita, melambangkan ke Islaman.
  4. Kitab al-Qur'an yang terbuka, berdasarkan keilmuan Islam.
  5. Garis 17 pada pita, garis 8 pada kitab al-Qur'an dan garis 45 pada kedua belah bulu angsa, melambangkan hari Kemerdekaan Indonesia.
  6. Tiga Simpul pada pangkal bulu angsa, melambangkan kesatuan Iman Islam dan  Ihsan.
  7. Warna dasar hijau daun, melambangkan kedamaian, dan warna kuning pada garis lengkung, melambangkan kemuliaan dan kebesaran jiwa.
  8. Tulisan pada pita sebelah bawah, berbunyi : STAIN SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KERINCI.
  9. Di bawah gambar al-Qur'an  adalah logo sakti Alam Kerinci

Logo Sakti Alam Kerinci dengan pengertian sebagai berikut :
  • Pita sutra kuning emas bertuliskan SAKTI ALAM KERINCI, dengan dua lekuk dan ujungnya bergigi dua, berarti keagungan kesenian alam Kerinci yang  merupakan pusaka turun temurun.
  • Empat buah kunci yang terjalin menjadi satu, melambangkan kaum empat jenis ; Adat, Alim Ulama, Cerdik Pandai dan Pemuda.
  • Keris dengan matanya tertancap ke atas  berwarna hitam, melambangkan  perjuangan Rakyat Kerinci.
  • Gong dengan talinya yang berwarna kuning emas, melambangkan bahwa rakyat Kerinci tetap menjunjung tinggi tatacara adat.
  • Lima tangga berwarna hijau tua, melambangkan bahwa rakyat Kerinci 99% beragama Islam dan berpegang teguh kepada Tuhan yang Maha Esa.
  • Gunung berwarna hijaun merupakan latar belakang dari mesjid, melambangkan kesatuan dan keindahan alam Kerinci.
  • Samping Kiri, terdapat setangkai padi berwarna kuning emas, melambangkan kemakmuran alam Kerinci, sedangkan sepuluh dan sebelas butir padi kiri dan kanan, melambangkan bahwa Kabupaten Kerinci lahir tanggal  10 November  
  • Samping kanan terdapat setangkai daun teh (warna hijau daun), melambangkan bumi Kerinci sebagai penghasil teh bermutu tinggi di dunia, sedangkan lima dan delapan daun kiri dan kanan  melambangkan tahun kelahiran Kabupaten Kerinci (1958)
  • Warna dasar adalah biru melambangkan kesuburan dan ketenangan.


BENDERA




Bendera STAIN Kerinci
  1. Bendera STAIN Kerinci berbentuk segi empat panjang, lebar 2/3 dari panjangnya.
  2. Bendera STAIN Kerinci berwarna dasar hijau tua, melambangkan perjuangan menegakkkan kebenaran dan pembangunan nasional.
  3. Di tengah-tengah bendera STAIN ada lambang STAIN Kerinci
  4. Di bawah lambang terdapat tulisan STAIN Kerinci
  5. Database Dosen STAIN Kerinci
No
NIP
Nama Dosen
1
19710407 200312 2 003
2
19750428 200212 2 002
3
19751119 200604 1 013
4
19780515 200604 1 004
5
19710201 199803 1 006
6
19660712 199803 1 002
7
150 390 484
8
19720609 199903 2 003
9
19560323 198303 1 006
10
19790925 200912 1 003
11
19760403 200501 1 009
12
19691124 199803 1 003
13
19750712 200003 2 003
14
19731226 200312 1 001
15
19740314 199903 1 005
16
150 295 738
17
19840125 200901 2 007
18
19790807 200901 1 016
19
150 408 300
20
19840820 200901 2 009
21
19820327 200604 2 003
22
19790511 200501 2 008
23
19740719 200112 1 002
24
19630602 199903 1 001
25
19571105 198903 2 001
26
19680206 199302 2 001
27
19670710 199401 2 001
28
19670515 200003 2 006
29
19681231 199303 1 002
30
19651201 199803 1 002
31
19540113 198003 1 002
32
19620305 199102 1 001
33
19600804 199303 1 001
34
19661120 199401 1 001
35
19650926 200003 1 001
36
19660209 200003 1 001
37
19691231 200501 1 078
38
19560818 198303 1 006
39
19600820 198603 1 009
40
19520924 198003 1 001
41
19560310 198503 1 005
42
19560215 198603 1 003
43
19521106 197711 1 001
44
19571110 198203 1 002
45
19680527 199803 1 001
46
19580115 198303 1 010
47
19661231 200003 1 030
48
19600313 198703 1 007
49
19641231 199503 1 011
50
19660806 200003 1 003
51
19580918 198703 1 003
52
19620222 199302 1 001
53
19600402 199103 1 002
54
19571007 198303 1 003
55
19680612 200003 1 003
56
19660809 200003 1 001
57
19641024 200212 1 001
58
19680805 200003 1 002
59
19641225 200003 1 002
60
19660529 199803 2 001
61
19820619 200604 2 002
62
19750309 200003 2 002
63

64
19730713 200312 2 002
65
19831129 200901 2 006
66
19861008 200901 2 006
67
19770512 200312 2 003
68
19721231 200312 1 015
69
19701129 199803 1 001
70
19680610 200312 1 001
71
19730605 199903 1 004
72
19730602 200312 1 004
73
19701212 200003 1 004
74
19730514 199903 2 001
75
150 230 334
76
19660106 200604 2 001
77
19830824 200501 2 002
78
19631218 199403 1 001
79
19720819 199903 1 001
80
150 409 739
81
19811003 200501 1 005
82
19760206 200212 1 005
83
150 408 900
84
19840909 200912 1 005
85
19790723 200912 1 001
86
19760920 200112 2 001
87
19751017 200901 1 015
88
19700505 199803 1 006
89
19730715 200312 2 001
90
19740127 200003 2 002
91
19710109 200312 2 003
92
19760711 200901 1 002
93
19740816 200501 2 003
94
19791115 200604 1 002
95
19801017 200501 2 005
96
1 50 409 744
97
150 409 497
98
19760403 200501 2 004
99
19660827 200604 2 002
100
19780605 200604 1 001
101
19781020 200501 2 006
102
19760903 200501 1 004
103
19571010 198403 1 001
104
19790522 200604 2 001
105

106
19740524 200003 2 001
107
19720402 199803 1 004
108
19830122 200312 2 001
109
19730122 200003 1 002
110
19830918 200501 1 001
111
19691222 200112 1 001
112

113
19790720 200901 2 012
114
19690607 200312 1 002
115
19721011 199903 1 002
116
19700311 200501 1 003
117
19750811 200012 1 003
118
19761101 200312 2 005
119
19550311 197903 1 004
120
19820512 200901 2 012
121
19770513 200901 1 018
122
19770513 200901 1 018
123
19701110 199803 1 005
124
150 408 301
125

126
19750616 200003 2 004
127
19721231 199803 1 010
128
150 208 203
129
19780611 200501 2 005
130
19720525 200501 1 003
131
19761128 200312 2 001


KURIKULUM PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
Smt
KODE
Mata Kuliah
SKS
I
STAI 01
Met. Studi Islam
3

STAI 02
Tauhid / Ilmu Kalam
3

STAI 04
Pancasila
2

STAI 05
Civid Education
2

STAI 07
Tahsinul Qur'an
2

TAR 08
Bahasa Arab I
2

TAR 09
Bahasa Inggris I
2

TAR 10
Bahasa Indonesia
2

PAI 41
Pend. Akhlak Islam I
2
II
TAR 08
Bahasa Arab 2
3

TAR 09
Bahasa Inggris 2
2

TAR 10
Bahasa Indonesia 2
2

TAR 11
Ulumul Qur'an
3

TAR 15
Ilmu Fiqh
4

PAI 22
Ilmu Pendidikan
3

PAI 23
Filsafat Pendidikan
3

PAI 38
Adat & Budaya Krc.
2

PAI 42
Pandidikan Akhlak Islam 2
2

STAIN 03
Akhlak Tasawuf
3
III
STAI 06
Praktek Ibadah
2

TAR 08
Bahasa Arab 3
2

TAR 09
Bahasa Inggris 3
2

TAR 12
Ulumul Hadits
3

TAR 20
Ushul Fiqh
3

PAI 24
Ilmu Pendidikan Islam I
2

PAI 25
Administrasi Pendidikan
3

PAI 44
Sej. Pend. Islam di Indonesia
2

PAI 28
Teknologi Pendidikan
2
IV
TAR 08
Bahasa Arab 4
3

TAR 09
Bahasa Inggris 4
2

TAR 16
Filsafat Ilmu
3

PAI 24
Ilmu Pendd. Islam 2
2

PAI 29
Supervisi Pendidikan
3

PAI 30
Evaluasi Pemblj. PAI
3

PAI 31
Media Pemblj. PAI
4

PAI 32
Strategi Pemblj. PAI
2

PAI 47
Psikologi Perkembg
2

PAI 48
Bimbingan & Konseling
2
V
TAR 13
Tafsir Tarbawi
3

TAR 14
Hadits Tarbawi
3

PAI 34
Statistik Pendidikan
3

TAR 17
Metodologi Pendidikan
3

PAI 26
Fil. Pendidikan Islam I
2

PAI 33
Pengembangan Kurikulum PAI
3

PAI 35
Disain Instruksional PAI
3
VI
TAR 18
Bimbingan Skripsi
3

TAR 19
Sej. Peradb. Islam
2

PAI 26
Fils. Pendd. Islam 2
3

PAI 36
Profesi & Etika Keguruan
3

PA 45
Psikologi Pendidikan
3

PAI 46
Psikologi Agama     
3

PAI 49
Sosiologi Pendidikan     
3
VII
PAI 29
Supervisi Pendidikan
3

PAI 30
EvaluasiPembelajaran PAI
3

PAI 31
PPL
4
VIII

Komprehensip Jur. PAI      
3


Ujian Komprehensip     
2


Praktik Kompetensi     
3

PAI 50
KUKERTA BKK
4